opacity: 0.1;

Jumat, 02 Maret 2018


BSD – Persetubuhan antara Gung De Wirajaya (25) dengan seorang seorang siswi SMP asal Selemadeg, LGDS, harus berujung maut. Pada Kamis (01/03/2018), polisisetempat menggelar rekonstruksi insiden di tempat kejadian perkara (TKP), yaitu sebuah indekos di Jalan Debes, Gang IV, Banjar Taman Sari, Desa Delod Peken, Kecamatan Tabanan.

ada total 53 adegan yang diperagakan oleh Wirajaya dalam rekonstruksi tersebut. Sedangkan korban diperagakan oleh pihak kepolisian.
Adegan rekonstruksi ini diawali dengan kedatangan tersangka dan korban di indekos. LGDS meninggal dunia setelah berhubungan badan sebanyak tiga kali dengan warga asal Seririt, Singaraja yang mengaku sebagai kekasihnya tersebut.
Di adegan ke-18, tersangka sempat menutup mulut korban dengan tangan kiri. Sebab, menurutnya, korban mendesah kencang saat berhubungan badan.
Berikutnya pada adegan ke-19, tersangka juga sempat membekap korban dengan bantal sekitar dua menit karena suara desahannya lebih panjang. Itulah yang diduga menjadi penyebab korban kekurangan oksigen. Di samping itu, korban juga mengalami pendarahan hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Selanjutnya pada adegan ke-27 yakni usai berhubungan badan untuk ketiga kalinya, tersangka melihat darah keluar dari alat vital korban.
Akhirnya pada adegan ke-30, tersangka yang baru keluar dari kamar mandi melihat korban bernafas secara tersengal-sengal dan tangannya kaku.
Di adegan ke-31, tersangka mengelap darah yang keluar dari alat vital korban dengan menggunakan handuk. Barulah pada adegan ke-32 hingga ke-53, tersangka meminta tolong kepada beberapa saksi yang ada di sekitar lokasi insiden.
Tersangka pun sempat mencari dokter untuk memeriksa kondisi korban. Namun, dokter menyarankan agar korban langsung dibawa saja ke UGD RSUD Tabanan.
Mendengar arahan dokter, akhirnya tersangka mencari angkot untuk membawa korban ke UGD. Nahas, korban dinyatakan sudah meninggal dunia sesampainya di RSUD Tabanan. 
Kasubag Humas Polres Tabanan, AKP I Putu Oka Suyasa menyebutkan bahwa rekontruksi digelar untuk memperjelas kasus ini, sekaligus untuk melengkapi berkas-berkas sebelum diserahkan ke kejaksaan. Ia mengungkapkan total ada 53 adegan dalam rekonstruksi tersebut.
Meski demikian, polisi masih mendalami apa persisnya penyebab korban meninggal dunia. Dari rekonstruksi yang dilakukan, diketahui memang terdapat adegan sewaktu tersangka menindih korban hingga lemas.
Di samping itu, tersangka juga membekap korban lantaran mendesah.
“Masih akan kami dalami,” pungkas AKP I Putu Oka Suyasa.

15.34.00   Posted by Anita Surya in , with No comments

0 komentar:

Posting Komentar

Bookmark Us

Delicious Digg Facebook Favorites More Stumbleupon Twitter

Search