
BSD - Ditangan seorang pria usia 33 tahun yang bernama Deni Suhendi, limbah kayu yang sudah tidak berguna bisa disulap menjadi kerajinan yang memiliki nilai jual tinggi hingga ratusan juta rupiah, Kamis(21/9),
Kerajinan dari kayu lame dan pinus ini dibentuk dan diukir menjadi berbagai bentuk hewan yang berukuran satu telapak tangan.
Berikut penuturan Deni,
“Limbah kayunya kami cari di sekitar kota Baru Parahyangan. Biasanya ada dari pemotongan kayu, kayu yang tidak terpakai. Disimpan begitu saja. Satu ikat atau dua ikat. Satu ikat isinya beberapa batang yang dihargai antara Rp. 20 ribu – Rp. 40 ribu saja. Satu batang bisa dipotong kecil-kecil jadi 10 kerajinan. Dengan memakai limbah kayu, kami bisa memangkas biaya produksi. Kerajinan itu biasanya kami jual Rp. 30 ribu – Rp. 150 ribu.”
Dan melalui UKM, kerajinan Deni mampu meraup keuntungan hingga jutaan rupiah perbulan.
Kerajinan dari kayu lame dan pinus ini dibentuk dan diukir menjadi berbagai bentuk hewan yang berukuran satu telapak tangan.
Berikut penuturan Deni,
“Limbah kayunya kami cari di sekitar kota Baru Parahyangan. Biasanya ada dari pemotongan kayu, kayu yang tidak terpakai. Disimpan begitu saja. Satu ikat atau dua ikat. Satu ikat isinya beberapa batang yang dihargai antara Rp. 20 ribu – Rp. 40 ribu saja. Satu batang bisa dipotong kecil-kecil jadi 10 kerajinan. Dengan memakai limbah kayu, kami bisa memangkas biaya produksi. Kerajinan itu biasanya kami jual Rp. 30 ribu – Rp. 150 ribu.”
Dan melalui UKM, kerajinan Deni mampu meraup keuntungan hingga jutaan rupiah perbulan.
0 komentar:
Posting Komentar