
BSD - Diktator muda Korea Utara (Korut) Kim Jong-un bisa melarikan diri ke kompleks terowongan bawah tanah yang luas jika terjadi perang nuklir. Ahli militer menyatakan, jika itu terjadi, maka membunuhnya akan lebih sulit ketimbang membunuh Osama bin Laden.
Aiden Foster-Carter, seorang pakar Korea Utara dan peneliti senior Sosiologi dan Korea Modern di Universitas Leeds, mengatakan bahwa Kim Jong-un tidak mungkin melarikan diri tanpa tanpa mendapatkan layanan favorit jika terjadi perang. Layanan yang dimaksud adalah penyediaan keju Emmental dari Swiss yang jadi kegemarannya.
Menurutnya, kemungkinan Kim telah memerintahkan para stafnya untuk menimbun persediaan keju jika dia terpaksa melarikan diri ke kompleks terowongan bawah tanah yang luas jika terjadi perang.
Sebuah laporan PBB pada tahun 2014 menemukan bahwa Kim gemar menghamburkan uangnya untuk impor barang-barang mewah meski rakyatnya yang miskin berjuang untuk mendapatkan makanan yang cukup untuk bertahan hidup.
Rezim Kim menurut laporan PBB, menghabiskan sekitar 20 juta poundsterling untuk minuman keras mewah dan pada tahun 2012 dia dilaporkan mengalami obesitas dan tumbuh kista di pergelangan kaki yang memerlukan pembedahan untuk diangkat.
”Saya yakin dia akan pergi ke (terowongan bawah) tanah, dia sudah menghilang dua kali pada bulan Agustus,” kata Carter kepada Sun Online.
”Saya yakin ke mana pun dia pergi, dia akan disediakan (keju favoritnya),” lanjut Carter, Jumat (8/9/2017).
Sementara itu, pasukan elite Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) yang membunuh pendiri al-Qaeda, Osama bin Laden, diketahui telah melatih militer Korea Selatan untuk membunuh Kim Jong-un.
SEAL Team Six, kelompok yang dikirim ke Pakistan pada tahun 2011 untuk membunuh Osama bin Laden, mengambil bagian dalam latihan rahasia bersama pasukan komando Korea Selatan untuk “mengeliminasi” pemimpin Korea Utara itu jika terjadi perang.
Namun fakta bahwa sebagian besar pangkalan militer Korea Utara “dikuburkan” jauh di bawah tanah dan tindakan pengamanan pengawal fanatik Kim Jong-un akan membuat pembunuhan sangat sulit dilakukan.
Pakar militer Inggris Lord West dengan bekal informasi yang diberikan oleh pembelot Pyongyang dan gambar satelit, mengatakan bahwa negara komunis itu merupakan negara yang paling banyak dibentengi di dunia.
Aiden Foster-Carter, seorang pakar Korea Utara dan peneliti senior Sosiologi dan Korea Modern di Universitas Leeds, mengatakan bahwa Kim Jong-un tidak mungkin melarikan diri tanpa tanpa mendapatkan layanan favorit jika terjadi perang. Layanan yang dimaksud adalah penyediaan keju Emmental dari Swiss yang jadi kegemarannya.
Menurutnya, kemungkinan Kim telah memerintahkan para stafnya untuk menimbun persediaan keju jika dia terpaksa melarikan diri ke kompleks terowongan bawah tanah yang luas jika terjadi perang.
Sebuah laporan PBB pada tahun 2014 menemukan bahwa Kim gemar menghamburkan uangnya untuk impor barang-barang mewah meski rakyatnya yang miskin berjuang untuk mendapatkan makanan yang cukup untuk bertahan hidup.
Rezim Kim menurut laporan PBB, menghabiskan sekitar 20 juta poundsterling untuk minuman keras mewah dan pada tahun 2012 dia dilaporkan mengalami obesitas dan tumbuh kista di pergelangan kaki yang memerlukan pembedahan untuk diangkat.
”Saya yakin dia akan pergi ke (terowongan bawah) tanah, dia sudah menghilang dua kali pada bulan Agustus,” kata Carter kepada Sun Online.
”Saya yakin ke mana pun dia pergi, dia akan disediakan (keju favoritnya),” lanjut Carter, Jumat (8/9/2017).
Sementara itu, pasukan elite Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) yang membunuh pendiri al-Qaeda, Osama bin Laden, diketahui telah melatih militer Korea Selatan untuk membunuh Kim Jong-un.
SEAL Team Six, kelompok yang dikirim ke Pakistan pada tahun 2011 untuk membunuh Osama bin Laden, mengambil bagian dalam latihan rahasia bersama pasukan komando Korea Selatan untuk “mengeliminasi” pemimpin Korea Utara itu jika terjadi perang.
Namun fakta bahwa sebagian besar pangkalan militer Korea Utara “dikuburkan” jauh di bawah tanah dan tindakan pengamanan pengawal fanatik Kim Jong-un akan membuat pembunuhan sangat sulit dilakukan.
Pakar militer Inggris Lord West dengan bekal informasi yang diberikan oleh pembelot Pyongyang dan gambar satelit, mengatakan bahwa negara komunis itu merupakan negara yang paling banyak dibentengi di dunia.
0 komentar:
Posting Komentar