
BSD - Puluhan warga Kampung Pasir Tengah dan Benteng, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat keracunan bumbu satai daging kambing kurban. Para korban dirawat di rumah sakit dan Puskesmas Cicurug.
"Dari hasil pemeriksaan ke lokasi korban merasakan mual-mual, menceret, pusing bahkan ada yang muntah. Para korban sudah dibawa ke puskesmas dan ada juga yang dirujuk ke rumah sakit," kata Kepala Puskesmas Cicurug Dokter Tedi di Sukabumi, Sabtu (2/9). Dikutip dari Antara.
Sebelum keracunan masal di dua kampung di Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug ini, Hari Jumat sekitar pukul 16.00 WIB warga Kampung Pasir Tengah menerima daging kurban yang kemudian beramai-ramai membuat dan membakar satai.
Namun setelah menyantap satai yang dilumuri bumbu tersebut sekitar pukul 22.00 WIB puluhan warga yang menyantap merasa mual, pusing hingga ada yang muntah.
Sabtu sekitar pukul 07.00 WIB warga berinisiatif berobat ke Puskesmas Cicurug. Namun karena jumlah warga yang keracunan mencapai 26 orang, pihak puskesmas mengerahkan ambulans dan melakukan pemeriksaan serta mengambil sampel satai dan bumbu.
Diduga keracunan masal ini disebabkan oleh bumbu satai yang tidak higienis. Dari 26 orang yang keracunan, empat korban lainnya dirujuk ke Rumah Sakit Betha Medicare (BMC) karena kondisi yang lemah. Sisanya dirawat di puskesmas dan sebagian sudah pulih
"Dari hasil pemeriksaan ke lokasi korban merasakan mual-mual, menceret, pusing bahkan ada yang muntah. Para korban sudah dibawa ke puskesmas dan ada juga yang dirujuk ke rumah sakit," kata Kepala Puskesmas Cicurug Dokter Tedi di Sukabumi, Sabtu (2/9). Dikutip dari Antara.
Sebelum keracunan masal di dua kampung di Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug ini, Hari Jumat sekitar pukul 16.00 WIB warga Kampung Pasir Tengah menerima daging kurban yang kemudian beramai-ramai membuat dan membakar satai.
Namun setelah menyantap satai yang dilumuri bumbu tersebut sekitar pukul 22.00 WIB puluhan warga yang menyantap merasa mual, pusing hingga ada yang muntah.
Sabtu sekitar pukul 07.00 WIB warga berinisiatif berobat ke Puskesmas Cicurug. Namun karena jumlah warga yang keracunan mencapai 26 orang, pihak puskesmas mengerahkan ambulans dan melakukan pemeriksaan serta mengambil sampel satai dan bumbu.
Diduga keracunan masal ini disebabkan oleh bumbu satai yang tidak higienis. Dari 26 orang yang keracunan, empat korban lainnya dirujuk ke Rumah Sakit Betha Medicare (BMC) karena kondisi yang lemah. Sisanya dirawat di puskesmas dan sebagian sudah pulih
0 komentar:
Posting Komentar