
BSD - Polisi Internasional (Interpol) memasukkan nama pengusaha Thailand, Vorayuth Yoovidhya, ke dalam daftar buronan. Cucu pemilik perusahaan minuman energi Krating Daeng, atau dikenal juga dengan merek Red Bull, itu kabur dari proses hukum kasus tabrak lari menyebabkan seorang polisi di Negeri Gajah Putih tewas lima tahun lalu.
Dilansir dari laman Associated Press, Selasa (12/9), Interpol memasukkan nama Vorayuth ke dalam daftar buronan (red notice) dan mulai dipaparkan kepada khalayak Senin kemarin. Aparat penegak hukum di seluruh dunia sudah bisa mengakses data itu sejak akhir Agustus. Red Notice adalah permintaan dari Interpol kepada lembaga kepolisian di seluruh dunia buat mencari dan menahan buronan serta melakukan ekstradisi.
Kasus tabrak lari dilakukan Vorayuth terjadi pada 2012 di Ibu Kota Bangkok. Lelaki dijuluki 'Boss' itu ngebut dengan mobil Ferrari miliknya dan menabrak seorang polisi Thailand sedang berpatroli, Wichian Klanprasert, hingga tewas. Setelah itu Vorayuth kabur.
Kepolisian Bangkok sudah memanggil Vorayuth buat diperiksa. Namun, dia selalu menghindar. Hal itu menimbulkan sentimen di masyarakat Thailand kalau polisi bersikap lunak terhadap orang-orang kaya yang terlibat kasus. Sebab penanganan perkaranya berlarut-larut hingga memakan waktu lima tahun.
Vorayuth mulanya dijerat dengan tiga sangkaan. Namun, karena dia terus menghindar dari polisi, kini aparat cuma mengusut satu perkara. Sebab, penyidikan kasus berkendara dengan kecepatan tinggi di jalan raya disangkakan kepada Vorayuth sudah kedaluwarsa sejak empat tahun lalu, sedangkan delik tabrak lari juga habis tempo awal September 2017. Sedangkan kasus terakhir Vorayuth yakni mengemudi ugal-ugalan menyebabkan kematian bakal jatuh waktu dalam sepuluh tahun.
April lalu Vorayuth pergi dari Thailand, beberapa hari sebelum polisi menerbitkan surat perintah penahanan. Pemerintah Thailand langsung mencabut paspornya saat itu juga. Dia diketahui terbang ke Singapura dan kemudian ke Taiwan, tetapi kini keberadaannya tidak diketahui.
Dari akun media sosial keluarga dan teman-temannya, Vorayuth ternyata masih bisa berjalan-jalan sejumlah negara dan menyaksikan sejumlah event olahraga. Seperti balapan Formula 1, bermain seluncur salju di Jepang, dan berselancar di Venice, California, Amerika Serikat. Dia juga terlihat beberapa kali berfoto di dalam jet pribadi Red Bull, tetapi selalu mangkir dari panggilan sidang.
Keluarga Vorayuth menguasai lebih dari separuh kekayaan perusahaan Krating Daeng atau Red Bull. Korporasi itu dibangun oleh sang kakek, Chaleo Yoovidhya. Mulanya, Chaleo adalah penjual obat dan memutuskan mendirikan perusahaan obat-obatan sendiri, TC Pharmaceuticals pada awal 1960-an. 16 Tahun kemudian, dia meluncurkan produk minuman berenergi Krating Daeng. Produk itu kemudian dijual juga di Eropa oleh pengusaha Dietrich Mateschitz dengan merek Red Bull. Keduanya kemudian bekerja sama dan Mateschitz menerapkan sistem waralaba. Anak Chaleo, Chalerm, memiliki saham dua persen di perusahaan itu. Bisnis mereka juga berkembang dengan memiliki rumah sakit mewah, Piyavate Hospital, dan juga membuka gerai Ferrari di Thailand.
Dilansir dari laman Associated Press, Selasa (12/9), Interpol memasukkan nama Vorayuth ke dalam daftar buronan (red notice) dan mulai dipaparkan kepada khalayak Senin kemarin. Aparat penegak hukum di seluruh dunia sudah bisa mengakses data itu sejak akhir Agustus. Red Notice adalah permintaan dari Interpol kepada lembaga kepolisian di seluruh dunia buat mencari dan menahan buronan serta melakukan ekstradisi.
Kasus tabrak lari dilakukan Vorayuth terjadi pada 2012 di Ibu Kota Bangkok. Lelaki dijuluki 'Boss' itu ngebut dengan mobil Ferrari miliknya dan menabrak seorang polisi Thailand sedang berpatroli, Wichian Klanprasert, hingga tewas. Setelah itu Vorayuth kabur.
Kepolisian Bangkok sudah memanggil Vorayuth buat diperiksa. Namun, dia selalu menghindar. Hal itu menimbulkan sentimen di masyarakat Thailand kalau polisi bersikap lunak terhadap orang-orang kaya yang terlibat kasus. Sebab penanganan perkaranya berlarut-larut hingga memakan waktu lima tahun.
Vorayuth mulanya dijerat dengan tiga sangkaan. Namun, karena dia terus menghindar dari polisi, kini aparat cuma mengusut satu perkara. Sebab, penyidikan kasus berkendara dengan kecepatan tinggi di jalan raya disangkakan kepada Vorayuth sudah kedaluwarsa sejak empat tahun lalu, sedangkan delik tabrak lari juga habis tempo awal September 2017. Sedangkan kasus terakhir Vorayuth yakni mengemudi ugal-ugalan menyebabkan kematian bakal jatuh waktu dalam sepuluh tahun.
April lalu Vorayuth pergi dari Thailand, beberapa hari sebelum polisi menerbitkan surat perintah penahanan. Pemerintah Thailand langsung mencabut paspornya saat itu juga. Dia diketahui terbang ke Singapura dan kemudian ke Taiwan, tetapi kini keberadaannya tidak diketahui.
Dari akun media sosial keluarga dan teman-temannya, Vorayuth ternyata masih bisa berjalan-jalan sejumlah negara dan menyaksikan sejumlah event olahraga. Seperti balapan Formula 1, bermain seluncur salju di Jepang, dan berselancar di Venice, California, Amerika Serikat. Dia juga terlihat beberapa kali berfoto di dalam jet pribadi Red Bull, tetapi selalu mangkir dari panggilan sidang.
Keluarga Vorayuth menguasai lebih dari separuh kekayaan perusahaan Krating Daeng atau Red Bull. Korporasi itu dibangun oleh sang kakek, Chaleo Yoovidhya. Mulanya, Chaleo adalah penjual obat dan memutuskan mendirikan perusahaan obat-obatan sendiri, TC Pharmaceuticals pada awal 1960-an. 16 Tahun kemudian, dia meluncurkan produk minuman berenergi Krating Daeng. Produk itu kemudian dijual juga di Eropa oleh pengusaha Dietrich Mateschitz dengan merek Red Bull. Keduanya kemudian bekerja sama dan Mateschitz menerapkan sistem waralaba. Anak Chaleo, Chalerm, memiliki saham dua persen di perusahaan itu. Bisnis mereka juga berkembang dengan memiliki rumah sakit mewah, Piyavate Hospital, dan juga membuka gerai Ferrari di Thailand.

WWW.TRIO4D.COM SITUS BANDAR ONLINE AMAN DAN TERPERCAYA
BANDAR TOGEL ONLINE TERPERCAYA
=========TRIO4D=========
PROMO DISC
Disc 2D : 29%
Disc 3D : 59%
Disc 4D : 66%
PROMO BONUS :
- Bonus Member Baru 5%
- Bonus Referral Seumur Hidup
- Cashback Mingguan
Depo dan WD Proses Cepat Transfer Bank
Lokal BCA, Mandiri, BNI dan BRI.
CS online 24jam Nonstop !!!
Contact
Whatsapp : +62-813-1613-1257
Line : trio4d
BBM : D89708B5
IG : trio4d.top
Web : WWW.TRIO4D.COM
Mobile : WAP.TRIO4D.COM
0 komentar:
Posting Komentar