![]() |
| Polda Sumut. |
Pelaku penyerangan tim Satuan Tugas (Satgas) Patroli Laut Bea Cukai Teluk Nibung BC 15031 yang hendak mengamankan sebuah Kapal Motor (KM) di Teluk Nibung, Tanjungbalai pada Kamis (12/01/2017) lalu berhasil diidentifikasi Polda Sumut.
Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan mengatakan, setelah mendapat laporan dari pihak Bea Cukai, tim Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polres Asahan langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya, tim sudah bisa mengidentifikasi para pelaku."Tim sudah berhasil mengidentifikasi pelaku. Tetapi, kita tunggu saja proses selanjutnya, mudah-mudahan para pelaku itu bisa segera ditangkap," kata Nainggolan, Sabtu (14/01/2017).
Meski begitu, Nainggolan mengungkapkan pihaknya tetap meminta dukungan dari pihak Bea Cukai untuk membantu penyelidikan intensif. "Kalau dikerjakan secara bersama-sama kan lebih mudah proses penyelidikannya. Karenanya kerjasama yang baik akan meghasilkan buah yang baik," ujarnya.
Sebelumnya, tim Satuan Tugas (Satgas) Patroli Laut Bea Cukai Teluk Nibung BC 15031 diserang puluhan orang saat akan mengamankan kapal motor (KM) yang tidak diketahui nama dan nomor register di Sungai Asaha, Teluk Nibung, Tanjungbalai. Peristiwa itu terjadi, saat Satgas Patroli BC Teluk Nibung melakukan patroli rutin. Namun, ketika melintas tak jauh dari pelabuhan, petugas melihat satu unit kapal tanpa nama dan nomor registrasi. Melihat itu, petugas merasa curiga dan meminta kepada nakhoda kapal untuk berhenti dengan menggunakan pengeras suara. Namun para Anak Buah Kapal (ABK) tidak menghiraukannya.
Bahkan, tak lama setelah peringatan itu, puluhan orang keluar dari kapal lalu menyerang petugas dengan melempar bahan bakar minyak (BBM) mengunakan plastik kemasan jenis pertamax ke arah kapal dan petugas.Padahal, kapal tersebut tidak memiliki identitas dan menutupi sebagian muatannya agar tidak bisa diidentifikasi petugas dari jauh. Sebab, dugaan sementara muatan kapal itu adalah narkoba.
Tak sampai di situ, massa melanjutkan aksi penyerangan dengan mengarahkan petasan ke arah kapal. Tak ayal, tumpahan minyak yang tergenang di atas kapal patroli langsung menyambar. Kondisi inipun membuat 10 petugas di atas kapal bersembunyi dan menyelamatkan diri.
Anggota DPRD Sumut, Sutrisno Pangaribuan mengatakan, itu bahagian dari tontonan yang sangat memalukan. Bahkan, mengindikasikan ada oknum tertentu yang terlibat di dalamnya. "Petugas itu kan dilengkapi dengan senjata, kok malah takut pada pelaku yang tidak memiliki senjata," katanya.
Menurut dia, di balik kejadian itu ada oknum yang berusaha melindungi para pelaku sehingga berani melakukan penyerangan kepada simbol-simbol Negara. Apalagi, pada saat kejadian itu pihak Bea Cukai tidak meminta bantuan kepada polisi perairan atau bahkan TNI AL."Di situ pasti ada Polair, TNI AL dan lainnya. Tetapi, kok tidak ada yang berusaha memberikan bantuan? Ini sangat ironis. Apalagi, kejadiannya tidak jauh dari ruang lingkup masyarakat," ujarnya.
Dia menyebut, kejadian itu ada indikasi By Desain, untuk kepentingan tertentu. Sebab, di sejumlah media elektronik (televisi) terlihat jelas gambar proses penyerangan itu. "Ini penyerangan kepada petugas, kok bisa ada wartawan yang berhasil mendapatkan videonya? Itu artinya, kejadian itu sengaja didesain untuk tujuan tertentu. Polisi harus berani mengusutnya," sebutnya.
Dia meminta, Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel segera memerintahkan jajarannya untuk melakukan penyelidikan atas kasu tersebut termasuk memeriksa 10 orang petugas yang ada di lokasi itu."Harus diperiksa 10 petugas Beacukai itu. Pasti ada indikasi tertentu di balik itu. Sebab, jika tidak ini sangat membahayakan pemerintah," pungkasnya.(BS04)

0 komentar:
Posting Komentar