![]() |
| Kantor Dinas Peternakan Jawa Barat |
Dinas Peternakan (Disnak) Provinsi Jawa Barat menyediakan sekitar 15.000 vaksin khusus untuk mengantisipasi penyebaran penyakit Antrax. Sejauh ini memang belum ada temuan Antraks di Jabar.
"Vaksin ini dilaksanakan ketika ada kasus. Jadi ini sebagai cadangan dan kesiapan kita," kata Kepala Dinas Peternakan Jawa Barat Dody Firman Nugraha di Bandung, Jumat (27/1).
Disnak Jabar menerjunkan tim khusus untuk mensosialisasikan bahaya penyakit Antrax. Sehingga masyarakat bisa mewaspadai jika muncul gejala-gejala Antrax pada hewan peliharaan.
"Kita sudah sosialisasi untuk mewaspadai seandainya ternak-ternak yang ada di masyarakat itu mengalami kematian mendadak," ujarnya.
Langkah lain, pengetatan lalu lintas hewan pada daerah yang langsung berbatasan dengan ternak wilayah Jawa Barat. "Pengetatan lalu lintas itu dilakukan di beberapa cek point, seperti di Losari atau di Banjar. Kemudian untuk internal, kita perintahkan semua petugas kami yang ada di puskeswan untuk memantau kondisi ternak yang ada di peternakan," katanya.
Pihaknya memastikan, hingga saat ini belum ditemukan kasus penyakit Antrax yang menyerang hewan ternak dan manusia di wilayah Jawa Barat.
"Alhamdulillah, sampai saat ini belum ada temuan Antrax di Jabar, tapi tentu itu warning buat kita," imbuhnya.

0 komentar:
Posting Komentar