
BSD - Jumlah penderita COVID- 19 terus meningkat di RSUD dokter Soetomo, Surabaya. Memandang keadaan itu, Direktur RSU dokter Soetomo Surabaya, dokter Joni Wahyuadi berkata, RSUD dokter Soetomo sudah menaikkan kapasitas bangsal ataupun tempat tidur penderita.
Saat ini, terdapat total 153 tempat tidur. Kapasitas ini bertambah dari yang tadinya cuma 44 tempat tidur.
" Dahulu kita hanya memiliki dekat 44 tempat tidur. Saat ini kita telah 153 lebih dalam waktu 2 bulan. Ini juga senantiasa penuh," kata Joni, Jumat( 29/ 5).
Lebih lanjut, Joni mengaku, nyaris tiap hari terdapat 10 tempat tidur ditambahkan buat memadai kapasitas penderita.
Terlebih, RSUD dokter Soetomo dikhususkan untuk pengidap COVID- 19 dengan indikasi klinis lagi sampai berat. Sehingga, butuh penindakan lebih spesial.
" Penderita yang mengidap COVID- 19 yang emergency kian lama kian naik, naik, naik, rata- rata satu hari kita wajib menaikkan 10 bed tiap hari. Ini membagikan advice pada kita seluruh kalau COVID- 19 ini tidak main- main. Kami wajib melaksanakan re- assessment ruangan- ruangan, merenovasi ruangan yang dipergunakan buat penderita COVID- 19," bebernya.
" Spesialnya yang di 14 itu ruangan yang sangat intensif setelah itu terdapat 32 itu ruang intensif perawatan COVID- 19. Yang lain buat yang moderat, sebab buat penderita ringan kita sajikan di Rumah sakit Darurat. Yang ringan tidak butuh ke Soetomo, ataupun Soetomo merefer ke Rumah sakit Darurat. Tetapi jika memberat ya kembali ke Soetomo," imbuhnya.
Dengan keadaan itu, Joni mengimbau warga wajib melindungi serta terus mempraktikkan protokol penangkalan COVID- 19. Sebabnya, buat memotong mata rantai persebaran virus corona tidak lumayan cuma regu kedokteran yang bekerja. Melainkan, kedudukan utama warga dalam melindungi ketertiban kesehatan.
" Langkah ini hingga kapan juga tidak hendak sempat dapat memadai bila di hulunya senantiasa mengalir deras. Aku ndak ketahui jika di hulunya mengalir deras itu jadi berapa, apa nanti 1. 400 bed( di RSU dokter Soetomo Surabaya) itu penderita COVID- 19 seluruh. Nanti hendak beresiko pada tenaga kesehatannya, sebab kita tidak hendak sempat sanggup tenaga kesehatannya buat menjaga sebegitu banyak," jelasnya.
Tadinya, Joni menyebut, rumah sakitnya hadapi kelebihan kapasitas penderita COVID- 19. Bangsal perawatan juga tidak lumayan lagi menampung penderita COVID- 19. Dekat 150 tempat tidur dikhususkan untuk pengidap COVID- 19. Tetapi, penderita COVID- 19 yang dirawat lebih dari 170 orang. Sehingga wajib dirawat ruang Unit gawat darurat.
" RSUD dokter. Soetomo tempat tidurnya memanglah 1. 445. Namun tidak seluruh tempat tidur itu boleh buat menjaga penderita COVID- 19. Sebab wajib terdapat syaratanya. Salah satunya negatif pressure, wajib terdapat APD yang lumayan yang cocok standar, tenaganya wajib dilatih," kata Joni di Gedung Negeri Grahadi, Surabaya, Rabu( 27/ 5).





